MAKANAN SEBAGAI IBADAH:
Spiritualitas dan Sakralitas Pangan dalam Perspektif Agraris Komunitas Suku Pekurehua
Kata Kunci:
Makanan sebagai ibadah, sakralitas pangan, teologi kontekstual, komunitas Pekurehua, pergeseran makna makananAbstrak
Penelitian ini menelaah makna makanan dalam komunitas Pekurehua di Napu, Sulawesi Tengah, melalui perspektif teologi kontekstual. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif etnografis, penelitian mengkaji praktik produksi, distribusi, dan konsumsi pangan sebagai ekspresi nilai, identitas, dan relasi sosial-komunal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makanan dipahami sebagai ibadah yang menyatukan dimensi sakral, solidaritas, dan spiritualitas agraris. Praktik seperti tarian Dondi, makan bersama, doa sebelum kerja, dan regulasi adat terhadap pemborosan makanan menegaskan penghormatan terhadap tanah, kerja, dan anugerah Tuhan. Namun, temuan juga mencatat adanya pergeseran makna di kalangan generasi muda yang lebih akrab dengan logika konsumsi instan, sehingga menimbulkan jarak relasional dengan tanah dan komunitas. Penelitian ini menegaskan bahwa makanan tetap dapat menjadi locus ibadah jika disertai kesadaran syukur, tanggung jawab, dan praktik relasional yang kontekstual, meski dalam kondisi modernitas yang berubah.
Referensi
Asri, N. P., & Handoyono, M. A. (2024). Kajian tentang food loss dan food waste: Kondisi, dampak, dan solusinya. Journal of Food Technology and Agroindustry, 6(2), 82–89. https://ejournal.wiraraja.ac.id/index.php/JFTA/article/view/4014
Iwamony, Rachel (2025). Teologi Makan-Minum: Kerja Sama Allah dan Manusia Merawat Hidup. BPK Gunung Mulia.
Jayadevan, CM. (2022). Impacts of food wastage on economic growth. World Food Policy, 8(1), 118–125. https://doi.org/10.1002/wfp2.12038
McMinn, L. G. (2015). To the Table: A Spirituality of Food, Farming, and Community. Brazos Press.
Michopoulou, E., & Jauniškis, P. (2020). Exploring the relationship between food and spirituality: A literature review. International Journal of Hospitality Management, 87, 102494. https://doi.org/10.1016/j.ijhm.2020.102494
Piras, S., Pancotto, F., Righi, S., Vittuari, M., & Setti, M. (2021). Community social capital and status: The social dilemma of food waste. Ecological Economics, 183, 106954. https://doi.org/10.1016/j.ecolecon.2021.106954
Sarangi, P., Pal, P., Singh, A., Sahoo, U., & Prus, P. (2024). Food Waste to Food Security: Transition from Bioresources to Sustainability. Resources. https://doi.org/10.3390/resources13120164.
Soma, T. (2017). Gifting, ridding and the “everyday mundane”: The role of class and privilege in food waste generation in Indonesia. Local Environment, 22(12), 1444-1460. https://doi.org/10.1080/13549839.2017.1357689
Soma, T. (2018). (Re)framing the Food Waste Narrative: Infrastructures of Urban Food Consumption and Waste in Indonesia. Indonesia, 105, 173 - 190. https://doi.org/10.1353/ind.2018.0007.
Raman, V. V. (2014). Food: Its many aspects in science, religion, and culture. Zygon: Journal of Religion and Science, 49(4), 958–976. https://doi.org/10.1111/zygo.12137
Rauf, R. A., Malik, S. R., Damayanti, L., Rahman, A., Salingkat, C. A., Sultan, H., & Erny, E. (2025). Eating Habits of the To Pekurehua and Javanese Tribes in Central Sulawesi: A Cultural Perspective. Journal of Health and Nutrition Research, 4(3), 1312-1321. https://doi.org/10.56303/jhnresearch.v4i3.713
Twiss, C. Katheryn (2019). The archaeology of food: identity, politics, and ideology in the prehistoric and historic past. Cambridge University Press.
Van Wieren, G. (2018). Food, farming and religion: emerging ethical perspectives. Routledge.
Wirzba, Norman. (2022). Agrarian Spirit: Cultivating Faith, Community, And The Land. University of Notre Dame Press.
Wirzba, Norman. (2018). Food and faith: A theology of eating. Cambridge University Press.
Yoreh, T., & Scharper, S. B. (2020). Food waste, religion, and spirituality: Jewish, Christian, and Muslim approaches. In C. Reynolds, T. Soma, C. Spring, & J. Lazell (Eds.), Routledge handbook of food waste (pp. 53–67). Routledge.
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Hak Cipta (c) 2026 alfetheriko bansawena

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Pengguna bebas menyalin, mengubah, atau mendistribusikan ulang artikel untuk tujuan apa pun yang sah dalam media apa pun, asalkan Anda memberikan kredit yang sesuai kepada penulis asli dan Kognisio: Jurnal Teologi Kristen sebagai penerbitnya, menautkan ke lisensi, menunjukkan jika ada perubahan, dan mendistribusikan kembali karya turunan apa pun di bawah lisensi yang sama.
Hak cipta artikel dipegang oleh masing-masing penulisnya, tanpa batasan. Lisensi non-eksklusif diberikan kepada Kognisio: Jurnal Teologi Kristen untuk mempublikasikan artikel dan mengidentifikasi dirinya sebagai penerbit aslinya, termasuk hak komersial untuk untuk menjualnya kepada perpustakaan dan individu.
Dengan menerbitkan artikel di Kognisio: Jurnal Teologi Kristen, penulis memberikan hak kepada pihak ketiga untuk menggunakan artikel mereka sejauh yang diberikan oleh lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International.

