https://jurnal.sttmarturiapalu.ac.id/index.php/jk/issue/feed Kognisio 2026-07-24T09:21:28+00:00 Zakarias Wahyu Widodo jurnalkognisio@gmail.com Open Journal Systems https://jurnal.sttmarturiapalu.ac.id/index.php/jk/article/view/64 SOCIAL MEDIA AS A NEW PUBLIC SPHERE: 2026-07-24T06:00:01+00:00 I Gusti Bagus Andronikus andronikusmarturia@gmail.com <p><em>The rapid development of social media has fundamentally transformed the public sphere from a conventional social space into a digital environment that shapes communication, participation, and public opinion formation. This transformation presents new challenges for public theology, which has largely developed within the framework of the conventional public sphere. This article aims to reflect on social media as a new public sphere while re-examining the role of public theology in contemporary digital society. Employing a qualitative library research approach, this study critically analyzes scholarly literature on public theology, the public sphere, social media, and digital theology. The findings indicate that social media should no longer be understood merely as a communication tool for the church but as a public sphere that reshapes how people engage in dialogue, construct relationships, and pursue the common good. Consequently, public theology requires a conceptual reconstruction to remain relevant within an increasingly digital society. This article proposes four interrelated dimensions of reconstructed public theology: digital presence, digital dialogue, digital public witness, and digital responsibility. These dimensions provide a conceptual framework for reinterpreting the church's role as a public actor in the digital age. Accordingly, the article contributes to the development of public theology by positioning social media not merely as a ministry platform but as a new sphere of public witness that calls the church to exercise an ethical, dialogical, and transformative presence.</em></p> 2026-07-24T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 I Gusti Bagus Andronikus https://jurnal.sttmarturiapalu.ac.id/index.php/jk/article/view/65 LIVING A SPIRITUALITY OF GRATITUDE IN THE AGE OF CONSUMERISM: 2026-07-24T08:09:55+00:00 oktam lago oktammarturia@gmail.com <p>Budaya konsumerisme telah berkembang menjadi salah satu tantangan utama bagi kehidupan spiritual masyarakat modern karena membentuk orientasi hidup yang berpusat pada kepemilikan, pemenuhan hasrat, dan pencarian kepuasan material. Kondisi tersebut tidak hanya memengaruhi perilaku konsumsi, tetapi juga membentuk cara manusia memahami identitas, kebahagiaan, dan relasinya dengan Allah. Artikel ini bertujuan mengkaji spiritualitas syukur sebagai respons teologis terhadap budaya konsumerisme melalui perspektif teologi spiritualitas. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (<em>library research</em>) yang menganalisis berbagai buku dan artikel ilmiah yang relevan mengenai spiritualitas Kristen, syukur, dan budaya konsumerisme. Hasil kajian menunjukkan bahwa spiritualitas syukur tidak dapat dipahami hanya sebagai ungkapan emosional atau respons sesaat atas berkat Allah, melainkan sebagai praktik spiritual yang membentuk cara hidup orang percaya berdasarkan kesadaran akan kasih karunia Allah. Spiritualitas syukur berperan membentuk identitas yang berpusat pada Allah, menumbuhkan rasa cukup (<em>contentment</em>), mengarahkan kembali hasrat manusia dari orientasi materialistik kepada nilai-nilai Kerajaan Allah, serta mendorong gaya hidup yang sederhana, bertanggung jawab, dan peduli terhadap sesama. Dengan demikian, spiritualitas syukur memiliki daya kontrakultural karena menghadirkan cara hidup alternatif yang mampu merespons secara kritis logika budaya konsumerisme kontemporer. Artikel ini berkontribusi dalam memperkaya kajian teologi spiritualitas dengan menempatkan spiritualitas syukur sebagai praktik pembentukan kehidupan Kristen yang relevan bagi gereja dan orang percaya dalam menghadapi tantangan budaya konsumsi modern.</p> 2026-07-24T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Oktam Lago https://jurnal.sttmarturiapalu.ac.id/index.php/jk/article/view/66 RECONSTRUCTING THE CHURCH'S MISSION PARADIGM FOR GENERATION Z AMID DIGITAL CULTURAL TRANSFORMATION: 2026-07-24T09:21:28+00:00 Lucky Malonda lukymarturia@gmail.com <p>Transformasi budaya digital telah mengubah cara Generasi Z membangun identitas, berkomunikasi, menjalin relasi, serta menghayati kehidupan spiritual. Perubahan tersebut menghadirkan tantangan baru bagi gereja dalam melaksanakan misi di tengah masyarakat digital yang terus berkembang. Artikel ini bertujuan untuk merekonstruksi paradigma misi gereja bagi Generasi Z melalui perspektif teologi misi dengan berlandaskan konsep <em>Missio Dei</em>. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (<em>library research</em>), melalui analisis dan sintesis terhadap berbagai literatur teologi misi, budaya digital, dan karakteristik Generasi Z yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama misi gereja tidak terletak pada keterbatasan pemanfaatan teknologi digital, melainkan pada paradigma pelayanan yang masih berorientasi pada program, komunikasi satu arah, dan pendekatan institusional yang kurang sesuai dengan karakteristik budaya digital. Berdasarkan perspektif <em>Missio Dei</em>, artikel ini menawarkan rekonstruksi paradigma misi gereja melalui pendekatan yang lebih inkarnasional, relasional, dialogis, partisipatif, berorientasi pada pembentukan komunitas iman, serta menghadirkan kehadiran gereja secara autentik dalam ruang fisik maupun digital. Rekonstruksi tersebut menegaskan bahwa teknologi digital merupakan sarana pelayanan, sedangkan hakikat misi tetap berpusat pada partisipasi gereja dalam karya penyelamatan Allah. Dengan demikian, gereja dipanggil untuk menghadirkan kesaksian Injil yang kontekstual, transformatif, dan relevan bagi kehidupan Generasi Z di tengah transformasi budaya digital.</p> 2026-07-24T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Lucky Malonda