MEDIA SOSIAL SEBAGAI RUANG PUBLIK BARU:

Meninjau Ulang Peran Teologi Publik di Era Digital

https://doi.org/10.63284/jk.v2i2.64

Penulis

  • I Gusti Bagus Andronikus STT Marturia

Kata Kunci:

Digital theology, media sosial, ruang publik, transformasi digital

Abstrak

Perkembangan media sosial telah mentransformasi ruang publik secara fundamental dari ruang sosial konvensional menjadi ruang digital yang membentuk pola komunikasi, partisipasi, dan pembentukan opini publik. Perubahan tersebut menghadirkan tantangan baru bagi teologi publik yang selama ini berkembang dalam konteks ruang publik konvensional. Artikel ini bertujuan merefleksikan media sosial sebagai ruang publik baru sekaligus meninjau ulang peran teologi publik dalam masyarakat digital. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) melalui analisis kritis terhadap berbagai literatur mengenai teologi publik, ruang publik, media sosial, dan digital theology. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial tidak lagi dapat dipahami hanya sebagai sarana komunikasi gereja, tetapi sebagai ruang publik yang mentransformasi cara masyarakat berdialog, membangun relasi, dan memperjuangkan kepentingan bersama. Oleh karena itu, teologi publik memerlukan rekonstruksi konseptual agar tetap relevan dengan dinamika masyarakat digital. Artikel ini mengusulkan empat dimensi rekonstruksi teologi publik, yaitu kehadiran digital (digital presence), dialog digital (digital dialogue), kesaksian publik digital (digital public witness), dan tanggung jawab digital (digital responsibility) sebagai kerangka konseptual untuk memahami kembali peran gereja sebagai aktor publik di era digital. Dengan demikian, kontribusi utama artikel ini terletak pada pengembangan refleksi teologis mengenai media sosial bukan sekadar sebagai media pelayanan, melainkan sebagai ruang kesaksian publik yang menuntut kehadiran gereja secara etis, dialogis, dan transformatif.

Referensi

Campbell, H. A., & Cheong, P. H. (Eds.). (2022). The Oxford handbook of digital religion. Oxford University Press. https://doi.org/10.1093/oxfordhb/9780197549803.001.0001

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). Sage.

Habermas, J. (1989). The structural transformation of the public sphere: An inquiry into a category of bourgeois society. MIT Press.

Habermas, J. (2022). A new structural transformation of the public sphere and deliberative politics. Polity Press.

Kurlberg, J. (Ed.). (2026). The Oxford handbook of digital theology. Oxford University Press. https://doi.org/10.1093/9780191980114.001.0001

Okey, S. (2023). Reconsidering David Tracy's public theology in a digital age. International Journal of Public Theology, 17(3), 321–345. https://doi.org/10.1163/15697320-20230093

Snyder, H. (2019). Literature review as a research methodology: An overview and guidelines. Journal of Business Research, 104, 333–339. https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2019.07.039

Stackhouse, M. L. (2007). Public theology and political economy: Christian stewardship in modern society. Wm. B. Eerdmans Publishing.

Tracy, D. (1981). The analogical imagination: Christian theology and the culture of pluralism. Crossroad.

van Oorschot, F. (2022). Public theology facing digital spaces: Public theology, digital theology and changing spaces for theological reasoning. International Journal of Public Theology, 16(1), 55–73. https://doi.org/10.1163/15697320-01540029

van Oorschot, F., & Höhne, F. (2026). Public theology and digitality. Dalam J. Kurlberg (Ed.), The Oxford handbook of digital theology (pp. 64–78). Oxford University Press. https://doi.org/10.1093/9780191980114.003.0006

Diterbitkan

2026-07-24

Cara Mengutip

Andronikus, I. G. B. (2026). MEDIA SOSIAL SEBAGAI RUANG PUBLIK BARU: : Meninjau Ulang Peran Teologi Publik di Era Digital. Kognisio, 2(2), 82–92. https://doi.org/10.63284/jk.v2i2.64

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama