MEDIA SOSIAL SEBAGAI RUANG PUBLIK BARU:
Meninjau Ulang Peran Teologi Publik di Era Digital
Kata Kunci:
Digital theology, media sosial, ruang publik, transformasi digitalAbstrak
Perkembangan media sosial telah mentransformasi ruang publik secara fundamental dari ruang sosial konvensional menjadi ruang digital yang membentuk pola komunikasi, partisipasi, dan pembentukan opini publik. Perubahan tersebut menghadirkan tantangan baru bagi teologi publik yang selama ini berkembang dalam konteks ruang publik konvensional. Artikel ini bertujuan merefleksikan media sosial sebagai ruang publik baru sekaligus meninjau ulang peran teologi publik dalam masyarakat digital. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) melalui analisis kritis terhadap berbagai literatur mengenai teologi publik, ruang publik, media sosial, dan digital theology. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial tidak lagi dapat dipahami hanya sebagai sarana komunikasi gereja, tetapi sebagai ruang publik yang mentransformasi cara masyarakat berdialog, membangun relasi, dan memperjuangkan kepentingan bersama. Oleh karena itu, teologi publik memerlukan rekonstruksi konseptual agar tetap relevan dengan dinamika masyarakat digital. Artikel ini mengusulkan empat dimensi rekonstruksi teologi publik, yaitu kehadiran digital (digital presence), dialog digital (digital dialogue), kesaksian publik digital (digital public witness), dan tanggung jawab digital (digital responsibility) sebagai kerangka konseptual untuk memahami kembali peran gereja sebagai aktor publik di era digital. Dengan demikian, kontribusi utama artikel ini terletak pada pengembangan refleksi teologis mengenai media sosial bukan sekadar sebagai media pelayanan, melainkan sebagai ruang kesaksian publik yang menuntut kehadiran gereja secara etis, dialogis, dan transformatif.
Referensi
Campbell, H. A., & Cheong, P. H. (Eds.). (2022). The Oxford handbook of digital religion. Oxford University Press. https://doi.org/10.1093/oxfordhb/9780197549803.001.0001
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). Sage.
Habermas, J. (1989). The structural transformation of the public sphere: An inquiry into a category of bourgeois society. MIT Press.
Habermas, J. (2022). A new structural transformation of the public sphere and deliberative politics. Polity Press.
Kurlberg, J. (Ed.). (2026). The Oxford handbook of digital theology. Oxford University Press. https://doi.org/10.1093/9780191980114.001.0001
Okey, S. (2023). Reconsidering David Tracy's public theology in a digital age. International Journal of Public Theology, 17(3), 321–345. https://doi.org/10.1163/15697320-20230093
Snyder, H. (2019). Literature review as a research methodology: An overview and guidelines. Journal of Business Research, 104, 333–339. https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2019.07.039
Stackhouse, M. L. (2007). Public theology and political economy: Christian stewardship in modern society. Wm. B. Eerdmans Publishing.
Tracy, D. (1981). The analogical imagination: Christian theology and the culture of pluralism. Crossroad.
van Oorschot, F. (2022). Public theology facing digital spaces: Public theology, digital theology and changing spaces for theological reasoning. International Journal of Public Theology, 16(1), 55–73. https://doi.org/10.1163/15697320-01540029
van Oorschot, F., & Höhne, F. (2026). Public theology and digitality. Dalam J. Kurlberg (Ed.), The Oxford handbook of digital theology (pp. 64–78). Oxford University Press. https://doi.org/10.1093/9780191980114.003.0006
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Hak Cipta (c) 2026 I Gusti Bagus Andronikus

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Pengguna bebas menyalin, mengubah, atau mendistribusikan ulang artikel untuk tujuan apa pun yang sah dalam media apa pun, asalkan Anda memberikan kredit yang sesuai kepada penulis asli dan Kognisio: Jurnal Teologi Kristen sebagai penerbitnya, menautkan ke lisensi, menunjukkan jika ada perubahan, dan mendistribusikan kembali karya turunan apa pun di bawah lisensi yang sama.
Hak cipta artikel dipegang oleh masing-masing penulisnya, tanpa batasan. Lisensi non-eksklusif diberikan kepada Kognisio: Jurnal Teologi Kristen untuk mempublikasikan artikel dan mengidentifikasi dirinya sebagai penerbit aslinya, termasuk hak komersial untuk untuk menjualnya kepada perpustakaan dan individu.
Dengan menerbitkan artikel di Kognisio: Jurnal Teologi Kristen, penulis memberikan hak kepada pihak ketiga untuk menggunakan artikel mereka sejauh yang diberikan oleh lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International.

