KRISIS EKOLOGI DI ACEH DAN SUMATRA:

Analisis Eko-Eklesiologi berdasarkan Kejadian 2:4-17

https://doi.org/10.63284/jk.v2i1.43

Penulis

  • Imanuel Teguh Harisantoso Fakultas Teologi Universitas Kristen Satya Wacana
  • Carisa Universitas Kristen Satya Wacana
  • Susana Taek Universitas Kristen Satya Wacana

Kata Kunci:

eko-eklesiologi, hermeneutik ekologi, Kejadian 2:4–17, antroposentrisme, tanggung jawab gereja.

Abstrak

Penelitian ini berupaya menafsirkan Kejadian 2:4–17 melalui perspektif eko-eklesiologi sebagai bentuk respons teologis terhadap krisis lingkungan yang kian mengkhawatirkan, terutama di wilayah Aceh dan Sumatera. Berbagai persoalan seperti deforestasi, banjir, pencemaran, dan kerusakan ekosistem memperlihatkan ketidakharmonisan hubungan manusia dengan alam, yang berakar pada cara pandang antroposentris. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan deskriptif-analitis serta kerangka hermeneutik ekologi, dengan mengacu pada pemikiran sejumlah teolog lingkungan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Kejadian 2:4–17 menegaskan keterhubungan mendasar antara manusia dan tanah (adamah), serta menempatkan manusia sebagai pengelola yang dipanggil untuk merawat dan memelihara ciptaan, bukan sebagai penguasa yang bertindak sewenang-wenang. Dengan membangun kembali paradigma dari antroposentrisme menuju relasi yang partisipatif, gereja didorong untuk menjadikan kepedulian ekologi sebagai bagian dari identitas dan praktik imannya

Referensi

Aman, Peter C. “Teologi Ekologi dan Mistik-Kosmik St. Fransiskus Asisi.” Diskursus 15, no. 2 (2016): 188–208.

Borrong, Robert P. Etika Bumi Baru. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2019.

Brueggemann, Walter. Genesis. Atlanta: John Knox Press, 1982.

Deane-Drummond, Celia. Teologi dan Ekologi. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2006.

Habel, Norman C. The Earth Bible, Vol. 1: Readings from the Perspective of Earth. Sheffield: Sheffield Academic Press, 2000.

Habel, Norman C. The Birth, the Curse and the Greening of Earth. Sheffield: Sheffield Phoenix Press, 2011.

Moberly, R. Walter L. The Theology of the Book of Genesis. Cambridge: Cambridge University Press, 2009.

Moltmann, Jürgen. God in Creation: A New Theology of Creation and the Spirit of God. San Francisco: Harper & Row, 1985.

Murdiyarso, Daniel, dkk. “Deforestation and Forest Degradation in Sumatra.” Environmental Research Letters 6, no. 3 (2011): 1–8.

Putra, Darius Ade. “Merengkuh Bumi Merawat Semesta.” Journal of Divinity, Peace and Conflict Studies 1, no. 1 (2021): 71–77.

Reid, Anthony. “Nature, Culture and Disaster in Aceh.” Indonesia No. 83 (2007): 1–27.

Rusliadi. “Pengantar Teologi Ekologi.” Jurnal DIDAKHE 3, no. 1 (Mei 2025): 176–177.

Singgih, Emanuel Gerrit. Pengantar Teologi Ekologi. Yogyakarta: Kanisius, 2021.

Siswantara, Yusuf, Dian Tika Sujata, dan Ludovica Dewi Indah Setiawati. “Inklusif: Pertobatan Ekologi Melalui Pendidikan Karakter Religius.” Kajian Sastra Nusantara Linggau 2, no. 2 (2022): 34–47.

Tampubolon, Yohanes Hasiholan, dan Dreitsohn Franklyn Purba. “Kapitalisme Global Sebagai Akar Kerusakan Lingkungan: Kritik Terhadap Etika Lingkungan.” Societas Dei 9, no. 1 (2022): 88.

Westermann, Claus. Genesis 1–11: A Commentary. Minneapolis: Augsburg Publishing House, 1984.

White Jr., Lynn. “The Historical Roots of Our Ecologic Crisis.” Science 155, no. 3767 (1967): 1203–1207.

Yuono, Yusup Rogo. “Melawan Etika Lingkungan Antroposentris Melalui Interpretasi Teologi Penciptaan Sebagai Landasan Bagi Pengelolaan-Pelestarian Lingkungan.” Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika 2, no. 1 (2019): 192–193.

Diterbitkan

2026-03-10

Cara Mengutip

Harisantoso, I. T., Mowendu, E. P. S. M., & Taek, S. (2026). KRISIS EKOLOGI DI ACEH DAN SUMATRA:: Analisis Eko-Eklesiologi berdasarkan Kejadian 2:4-17. Kognisio, 2(1), 130–143. https://doi.org/10.63284/jk.v2i1.43

Terbitan

Bagian

Articles